Bismillah..
Entah mengapa, ketika saya pulang ke rumah (karena libur sekolah dan pondok) saya merasa sangat bahagia *curhat* Padahal kalau dipikir-pikir, kegiatan di rumah hanya membantu orang tua menyelesaikan pekerjaan rumah (nyapu, ngepel, cuci piring, jemput adik sekolah, dll), nonton tv, main laptop, belajar (walaupun sedikit :D), dan sisanya tak berkegiatan.
Lama merenung, akhirnya saya mendapat jawaban. Ya. Orang tua dan adik-adik saya.
Dan sejak saya SMA juga, saya lebih merasakan betapa hebat sosok orang tua di mata saya (dan di mata semua orang). Membiayai sekolah ketiga anaknya yang lumayan mahal (SPPnya), terlebih, kebutuhan-kebutuhan saya yang notabene anak pondok.
Selalu, setiap saya akan kembali ke pondok, Umi (ibu) saya selalu bertanya "Kebutuhanmu apa aja nduk?" atau ketika saya bersama Umi sedang belanja kebutuhan saya, saya bilang "Wah mi, buanyak yang dibeli.." sambil merasa bersalah. Dan Umi berkata dengan tulusnya "Nggak apa-apa, kan kebutuhan tho.." Hati saya langsung luluh dibuatnya.
Abi (ayah) tak kalah berjasanya dengan Umi. Beliau adalah motivator terbesar dalam hidup saya.
Memang, Abi tak terlalu nampak sayangnya seperti Umi, tapi beliau mengungkapkan sayangnya dengan cara berbeda. Beliau bekerja keras pagi hingga malam hanya untuk istri dan ketiga anaknya. Peluh keringat yang mengucur tak ia pedulikan demi keluarganya.
Pernah suatu ketika saya bilang "Ya Allah bi, SPPku mahal banget ya.. Dulu SMP cuma *.....* sekarang naik banget jadi *....*" Lalu Abi berkata "Ya, Alhamdulillah bersyukur, Abi masih bisa membiayai.."
Subhanallah.. Betapa mulia dan berartinya orang tua untuk anak-anaknya.
Dan karena semua itulah Allah memerintahkan kita untuk berbuat baik kepada kedua orang tua. "Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang diantara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan 'ah' dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik." (QS. Al Israa': 23)
Betapa besar jasa orang tua, dan kewajiban kita adalah mentaati keduanya (ibu bapak) selama perintahnya tidak melanggar aturan Allah.
Besar harapan orang tua agar kita menjadi anak yang taat, yang bisa membahagiakan mereka, membuat bangga, terlebih jika karena perbuatan kita dapat menjadikan ibu bapak masuk ke Jannah-Nya. Rasa terimakasih kami tak cukup hanya terlontar dari kata-kata.
Umi, Abi, thanks a lot for over my 15 years in this world. I'm so sorry for all painful caused us (Alifa, Aufa, Adiba) We promise, we'll fight to make you proud of us. And we hope, we can be a great children for you.
Wish Allah blesses you :)
Love you, Umi Abi.
_____________________________________________________ Your children
Alifa Dzakiyah, Abdullah Aufa, Adiba Muflihah
Wednesday, 7 May 2014
Hati Bicara Rasa
Pernah hati ini berbicara
Tentang ia dan rasa
Begitu saja hadir tanpa sapa
Dan pergi tinggalkan hampa
Sekalipun aku tak pernah menyebut kita
Karena ia dan aku sungguh berbeda
Seperti ada dinding diantara keduanya
Pernahkah kau berfikir bagaimana rasanya dipisahkan?
Pernahkah, sedikit saja kau rasakan betapa berat menjadi aku
Aku membenci jarak, namun juga menyukainya.
Benci karena ia memisahkan segala yang telah terjadi
dimana cerita hidup bergolak dan berseri
Dan suka karena darinya lah tercipta rindu
Meski aku tak tau ia hadir karena apa
Sungguh, samasekali aku tak pernah berhasil mengerti
Cerita kau dan aku belum berhenti
Aku selalu bertanya dalam hati apa maksud semua ini
Namun semua tertutup rapi
Kini, hanya dapat kupasrahkan segala cerita hati pada-Nya
Ya, hanya Ia satu-satunya penolong atas segala resah di jiwa
Sebelum terungkap semua rasa
Yaa Muqallibal Quluub
Tsabbit Quluubana 'alaa Diinik
Yaa Musharrifal Quluub
Sharrif Quluubana 'alaa Thoatik
Tentang ia dan rasa
Begitu saja hadir tanpa sapa
Dan pergi tinggalkan hampa
Sekalipun aku tak pernah menyebut kita
Karena ia dan aku sungguh berbeda
Seperti ada dinding diantara keduanya
Pernahkah kau berfikir bagaimana rasanya dipisahkan?
Pernahkah, sedikit saja kau rasakan betapa berat menjadi aku
Aku membenci jarak, namun juga menyukainya.
Benci karena ia memisahkan segala yang telah terjadi
dimana cerita hidup bergolak dan berseri
Dan suka karena darinya lah tercipta rindu
Meski aku tak tau ia hadir karena apa
Sungguh, samasekali aku tak pernah berhasil mengerti
Cerita kau dan aku belum berhenti
Aku selalu bertanya dalam hati apa maksud semua ini
Namun semua tertutup rapi
Kini, hanya dapat kupasrahkan segala cerita hati pada-Nya
Ya, hanya Ia satu-satunya penolong atas segala resah di jiwa
Sebelum terungkap semua rasa
Yaa Muqallibal Quluub
Tsabbit Quluubana 'alaa Diinik
Yaa Musharrifal Quluub
Sharrif Quluubana 'alaa Thoatik
Sunday, 29 December 2013
Hadirkan Cinta Pada Tiap Detailnya
Bismillah..
Cerita saya bermula ketika saya sedang mengikuti ekskul wajib sekolah yakni mentoring tarbawiyah. Dan, kultum saat itu disampaikan oleh seorang teman saya, ia hanya berkisah tentang teman lamanya di smp, dan kemudian kami mengambil hikmah dari cerita tersebut.
Saya akan menceritakan kembali kisah tersebut, semoga bisa menginspirasi kita semua :)
"Saya punya teman ketika smp dulu. Suatu ketika, teman saya mengajak saya untuk berkunjung ke rumah salah seorang ustadz untuk konsultasi. Saya kaget ketika ustadz saya bilang ke teman saya, 'sudah diminum obatnya?' Saya bertanya dalam hati, sakit apa yang diidap oleh teman saya ini. Dalam perjalanan pulang kembali ke pondok, barulah dia cerita, ternyata dia mengidap penyakit jantung, tapi dia samasekali tidak pernah terlihat murung atau sedih, samasekali tidak pernah, itu yang membuat saya kagum. Dan saat itu adalah saat2 ketika akan wisuda perpisahan. Ia berpesan kepada saya, singkat tapi sangat mendalam, 'JAGAIN QUR'AN YAA, SESIBUK APAPUN KAMU POKONYA KAMU HARUS JAGAIN QUR'AN. DAN, HADIRKAN CINTA PADA TIAP DETAILNYA, KARENA CINTA PADA SESUATU MEMBUAT KITA LEBIH IKHLAS MENJALANINYA'"
Kira-kira seperti itu ceritanya, yang membuat saya menitikkan air mata saat teman saya bercerita.
Hikmah yang bisa diambil adalah, hendaknya kita menghadirkan rasa cinta kita terhadap apapun yang kita lakukan, agar kita lebih ikhlas menjalaninya, dan jika sudah ikhlas, maka Insya Allah semuanya akan terasa mudah dan dimudahkan.
Semoga bermanfaat untuk kita semua :)
Special thanks to Allah and Anisaa Rachman Febriananda for giving me big motivations :))
Cerita saya bermula ketika saya sedang mengikuti ekskul wajib sekolah yakni mentoring tarbawiyah. Dan, kultum saat itu disampaikan oleh seorang teman saya, ia hanya berkisah tentang teman lamanya di smp, dan kemudian kami mengambil hikmah dari cerita tersebut.
Saya akan menceritakan kembali kisah tersebut, semoga bisa menginspirasi kita semua :)
"Saya punya teman ketika smp dulu. Suatu ketika, teman saya mengajak saya untuk berkunjung ke rumah salah seorang ustadz untuk konsultasi. Saya kaget ketika ustadz saya bilang ke teman saya, 'sudah diminum obatnya?' Saya bertanya dalam hati, sakit apa yang diidap oleh teman saya ini. Dalam perjalanan pulang kembali ke pondok, barulah dia cerita, ternyata dia mengidap penyakit jantung, tapi dia samasekali tidak pernah terlihat murung atau sedih, samasekali tidak pernah, itu yang membuat saya kagum. Dan saat itu adalah saat2 ketika akan wisuda perpisahan. Ia berpesan kepada saya, singkat tapi sangat mendalam, 'JAGAIN QUR'AN YAA, SESIBUK APAPUN KAMU POKONYA KAMU HARUS JAGAIN QUR'AN. DAN, HADIRKAN CINTA PADA TIAP DETAILNYA, KARENA CINTA PADA SESUATU MEMBUAT KITA LEBIH IKHLAS MENJALANINYA'"
Kira-kira seperti itu ceritanya, yang membuat saya menitikkan air mata saat teman saya bercerita.
Hikmah yang bisa diambil adalah, hendaknya kita menghadirkan rasa cinta kita terhadap apapun yang kita lakukan, agar kita lebih ikhlas menjalaninya, dan jika sudah ikhlas, maka Insya Allah semuanya akan terasa mudah dan dimudahkan.
Semoga bermanfaat untuk kita semua :)
Special thanks to Allah and Anisaa Rachman Febriananda for giving me big motivations :))
Sunday, 22 December 2013
Keping Hati Untuk Ibu
Ada banyak hal yang membuatku mencintaimu, namun semua itu bukan alasan.. Tapi ini naluriku bu.. Naluri dari seseorang yang hadir karenamu.. Karena perjuangan dan ketulusan cintamu..
Hingga saat ini, kau dekap aku, kau peluk aku, menjagaku, merengkuhku dalam nyata maupun doamu..
Kini aku semakin dewasa, jauh di perantauan, berjuang sekuat tenaga tuk sekedar membuatmu bahagia bu..
Namun rasanya perjuanganku tak akan cukup membalas segala yang telah kau beri padaku.. Luapan kekecewaan dalam diri ini sangat besar karena belum mampu bahagiakanmu seutuhnya.. Tapi dengar janjiku bu.. Suatu saat aku akan buatmu bahagia dengan izin-Nya, kan kuberi mahkota terbaik di singgasana-Nya..
Love You Everytime <3 br="">3>
Hingga saat ini, kau dekap aku, kau peluk aku, menjagaku, merengkuhku dalam nyata maupun doamu..
Kini aku semakin dewasa, jauh di perantauan, berjuang sekuat tenaga tuk sekedar membuatmu bahagia bu..
Namun rasanya perjuanganku tak akan cukup membalas segala yang telah kau beri padaku.. Luapan kekecewaan dalam diri ini sangat besar karena belum mampu bahagiakanmu seutuhnya.. Tapi dengar janjiku bu.. Suatu saat aku akan buatmu bahagia dengan izin-Nya, kan kuberi mahkota terbaik di singgasana-Nya..
Love You Everytime <3 br="">3>
Sunday, 18 August 2013
Our ''First"
Bismillah..
Cerita ini bermula saat tiba-tiba saya dapat sms dari salah seorang teman yang kurang lebih isinya seperti ini, "Ukh, anti dapet amanah jadi sekretaris dan diamanahi juga utk buat proposal yg bakal kita kasi ke sponsor utk acara halal bi halal nanti.."
Terang saja saya kaget setengah mati, saya yang bisa dibilang nggak tau apa-apa, tiba-tiba diamanahi utk buat proposal.
Saya masih ingat, hari Ahad tgl 28 Juli kemarin dan bertepatan saat bulan Ramadhan, kami (Alumni I SDIT Nurul Fikri Sidoarjo) mengadakan bukber sekaligus rapat perdana utk membahas tentang acara perdana kami juga, yakni halal bi halal yg akan diikuti oleh seluruh alumni I-IV SDIT Nurul Fikri. Beberapa teman sempat kaget juga, karena tidak diberitahu tentang rencana itu, termasuk saya :)
Akhirnya, rapat pertama itulah yang akhirnya membuat saya mengerti seluk beluk acara itu.
Rapat perdana itu juga membahas tentang susunan panitia acara kami nantinya. Saya dan teman saya diamanahi menjadi sekretaris utk membuat proposal, laporan pertanggungjawaban dan amanah lain yg notabene dilakukan oleh sekretaris lain.
Yang membuat saya lebih merasa excited lagi, ketua panitia kami bilang "Proposalnya hari Selasa harus sudah jadi" Wah, something new buat saya :) Ya, waktu mengerjakan proposal kurang lebih hanya dua hari, mungkin bagi yg terbiasa membuat proposal dlm waktu dua hari tak menjadi masalah, tapi Alhamdulillah, saya dan teman saya sesama sekretaris bisa menyelesaikan amanah itu dgn on time :)
Ya. Waktu berjalan begitu cepat. Kami hanya rapat kira-kira lima kali, sisa waktunya digunakan untuk gladi bersih dan beres-beres.
Acara kami ini adalah ''Temu Kangen Alumni I-IV SDIT Nurul Fikri'' yg bertajuk "Indahnya Ukhuwah Berbingkai Cinta" dan Alhamdulillah sudah terlaksana dgn baik pada tgl 16 Agustus kemarin, meski masih banyak kekurangan, karena memang ini Perdana buat kami :)
Kami mengusung tema "Ukhuwah" yg bertujuan utk mengeratkan ukhuwah sesama alumni, maupun sesama adik dan kakak kelas.
Dan inti saya menulis ini setelah prolog yg lumayan panjang seperti diatas adalah:
Kami, Alumni I SDIT Nurul Fikri yang tahun 2013 ini memasuki Sekolah Menengah Atas, atas izin Allah masih bisa bertemu dan tetap menjalin ukhuwah yang dulu di Sekolah Dasar terajut sangat indah. Jujur saya tak pernah menyangka akan sesolid ini. Bahkan salah satu ustadzah yg sempat berbincang dgn saya bilang, "Ustadzah bangga mbak, punya murid seperti kalian. Walaupun udah lulus tapi ukhuwahnya tetep solid"
Semoga ukhuwah yg sudah terajut tak berhenti sampai sini saja, amiin.
Ada beberapa foto yang sempat terabadikan ditengah kesibukan kami mengurus acara.
Cerita ini bermula saat tiba-tiba saya dapat sms dari salah seorang teman yang kurang lebih isinya seperti ini, "Ukh, anti dapet amanah jadi sekretaris dan diamanahi juga utk buat proposal yg bakal kita kasi ke sponsor utk acara halal bi halal nanti.."
Terang saja saya kaget setengah mati, saya yang bisa dibilang nggak tau apa-apa, tiba-tiba diamanahi utk buat proposal.
Saya masih ingat, hari Ahad tgl 28 Juli kemarin dan bertepatan saat bulan Ramadhan, kami (Alumni I SDIT Nurul Fikri Sidoarjo) mengadakan bukber sekaligus rapat perdana utk membahas tentang acara perdana kami juga, yakni halal bi halal yg akan diikuti oleh seluruh alumni I-IV SDIT Nurul Fikri. Beberapa teman sempat kaget juga, karena tidak diberitahu tentang rencana itu, termasuk saya :)
Akhirnya, rapat pertama itulah yang akhirnya membuat saya mengerti seluk beluk acara itu.
Rapat perdana itu juga membahas tentang susunan panitia acara kami nantinya. Saya dan teman saya diamanahi menjadi sekretaris utk membuat proposal, laporan pertanggungjawaban dan amanah lain yg notabene dilakukan oleh sekretaris lain.
Yang membuat saya lebih merasa excited lagi, ketua panitia kami bilang "Proposalnya hari Selasa harus sudah jadi" Wah, something new buat saya :) Ya, waktu mengerjakan proposal kurang lebih hanya dua hari, mungkin bagi yg terbiasa membuat proposal dlm waktu dua hari tak menjadi masalah, tapi Alhamdulillah, saya dan teman saya sesama sekretaris bisa menyelesaikan amanah itu dgn on time :)
Ya. Waktu berjalan begitu cepat. Kami hanya rapat kira-kira lima kali, sisa waktunya digunakan untuk gladi bersih dan beres-beres.
Acara kami ini adalah ''Temu Kangen Alumni I-IV SDIT Nurul Fikri'' yg bertajuk "Indahnya Ukhuwah Berbingkai Cinta" dan Alhamdulillah sudah terlaksana dgn baik pada tgl 16 Agustus kemarin, meski masih banyak kekurangan, karena memang ini Perdana buat kami :)
Kami mengusung tema "Ukhuwah" yg bertujuan utk mengeratkan ukhuwah sesama alumni, maupun sesama adik dan kakak kelas.
Dan inti saya menulis ini setelah prolog yg lumayan panjang seperti diatas adalah:
Kami, Alumni I SDIT Nurul Fikri yang tahun 2013 ini memasuki Sekolah Menengah Atas, atas izin Allah masih bisa bertemu dan tetap menjalin ukhuwah yang dulu di Sekolah Dasar terajut sangat indah. Jujur saya tak pernah menyangka akan sesolid ini. Bahkan salah satu ustadzah yg sempat berbincang dgn saya bilang, "Ustadzah bangga mbak, punya murid seperti kalian. Walaupun udah lulus tapi ukhuwahnya tetep solid"
Semoga ukhuwah yg sudah terajut tak berhenti sampai sini saja, amiin.
Ada beberapa foto yang sempat terabadikan ditengah kesibukan kami mengurus acara.
![]() |
| Panitia Akhwat |
![]() |
| Panitia Ikhwan |
Sunday, 28 July 2013
Metamorfosa
Bismillah..
Saya akan sedikit berbagi pengalaman dengan pembaca sekalian, setelah kurang lebih saya hidup di bumi Allah yang berbeda, di sekolah yang berbeda..
Tanggal 24 Juni 2013 menjadi hari pertama saya menjadi siswi Sekolah Menengah Atas. Ya, kegiatan-kegiatannya pun tak jauh berbeda dengan sekolah lain saat tahun ajaran baru, yakni MASTASIA (Masa Ta'aruf Santri Ibnu Abbas) atau jika di sekolah lain biasa disebut MOS (Masa Orientasi Siswa).
Hari pertama, kedua, hanya beberapa materi saja yang disampaikan dan berkaitan dengan peraturan, dan kegiatan-kegiatan pondok.
Hari ketiga, kami (santri baru SMA IT Ibnu Abbas) melakukan Out Bond, 'supaya nggak jenuh dua hari materi terus' begitu kata seorang kakak kelas.
Yang kami alami selama out bond tak lain dan tak bukan adalah rasa lelah, malu, dan hal lain yang membuat kami sedikit kesal dengan out bond itu. Bagaimana tidak, kami harus berjalan pulang pergi sepanjang 13 km. Wah, wah.. Namun banyak pelajaran berharga yang kami dapat dari out bond tersebut.
Esok harinya, kami tak lagi mengikuti acara MASTASIA, karena MASTASIA telah usai.
Acara hari itu dan tujuh hari kedepan untuk santri baru (kelas VII dan X) adalah mengikuti dauroh bahasa arab, yang kami harus 'dipaksa' berbicara menggunakan bahasa arab setiap harinya. Lumayan menantang buat saya :))
Setelah sepekan berlalu, barulah Kegiatan Belajar Mengajar dimulai.
Lalu apa maksud saya memberi tema "Metamorfosa" disini?
Karena selama kurang lebih satu bulan berada di dunia yang berbeda, saya mendapat banyak pelajaran dan beberapa metamorfosa (perubahan) dalam diri saya.
Ketika kembali ke Sidoarjo untuk liburan Idul Fitri, saya sempat smsan dengan teman saya, dan saya terkesan ketika teman saya bilang 'Bahasamu kok berubah? Jadi nggak alay lagi..' Saya tertawa kecil membaca sms itu. Dan saya jawab 'Keadaan yang buat ana kaya gini..'
Sudah pasti, teman-teman yang memasuki dunia baru juga mengalami metamorfosa dalam dirinya, walau tak banyak. Dan saya harap, ketika saya bertemu kalian* suatu hari nanti, yang saya dapati adalah kabar membahagiakan dan metamorfosa yang lebih baik tentunya. Semoga bermanfaat :))
*tertuju untuk teman-teman alumni pertama SMP IT Darul Fikri
Saya akan sedikit berbagi pengalaman dengan pembaca sekalian, setelah kurang lebih saya hidup di bumi Allah yang berbeda, di sekolah yang berbeda..
Tanggal 24 Juni 2013 menjadi hari pertama saya menjadi siswi Sekolah Menengah Atas. Ya, kegiatan-kegiatannya pun tak jauh berbeda dengan sekolah lain saat tahun ajaran baru, yakni MASTASIA (Masa Ta'aruf Santri Ibnu Abbas) atau jika di sekolah lain biasa disebut MOS (Masa Orientasi Siswa).
Hari pertama, kedua, hanya beberapa materi saja yang disampaikan dan berkaitan dengan peraturan, dan kegiatan-kegiatan pondok.
Hari ketiga, kami (santri baru SMA IT Ibnu Abbas) melakukan Out Bond, 'supaya nggak jenuh dua hari materi terus' begitu kata seorang kakak kelas.
Yang kami alami selama out bond tak lain dan tak bukan adalah rasa lelah, malu, dan hal lain yang membuat kami sedikit kesal dengan out bond itu. Bagaimana tidak, kami harus berjalan pulang pergi sepanjang 13 km. Wah, wah.. Namun banyak pelajaran berharga yang kami dapat dari out bond tersebut.
Esok harinya, kami tak lagi mengikuti acara MASTASIA, karena MASTASIA telah usai.
Acara hari itu dan tujuh hari kedepan untuk santri baru (kelas VII dan X) adalah mengikuti dauroh bahasa arab, yang kami harus 'dipaksa' berbicara menggunakan bahasa arab setiap harinya. Lumayan menantang buat saya :))
Setelah sepekan berlalu, barulah Kegiatan Belajar Mengajar dimulai.
Karena selama kurang lebih satu bulan berada di dunia yang berbeda, saya mendapat banyak pelajaran dan beberapa metamorfosa (perubahan) dalam diri saya.
Ketika kembali ke Sidoarjo untuk liburan Idul Fitri, saya sempat smsan dengan teman saya, dan saya terkesan ketika teman saya bilang 'Bahasamu kok berubah? Jadi nggak alay lagi..' Saya tertawa kecil membaca sms itu. Dan saya jawab 'Keadaan yang buat ana kaya gini..'
Sudah pasti, teman-teman yang memasuki dunia baru juga mengalami metamorfosa dalam dirinya, walau tak banyak. Dan saya harap, ketika saya bertemu kalian* suatu hari nanti, yang saya dapati adalah kabar membahagiakan dan metamorfosa yang lebih baik tentunya. Semoga bermanfaat :))
*tertuju untuk teman-teman alumni pertama SMP IT Darul Fikri
Saturday, 15 June 2013
"Aku anak SMA"
Bismillah..
Jadi ceritanya, setelah wisuda, status saya bukan lagi Siswa Kelas 9 SMPIT Darul Fikri, tetapi sudah menjadi Alumni Pertama. Ya, ada rasa senang sekaligus sedih mendalam saat itu, yang bagi saya sangat sulit untuk diungkapkan, dan akhirnya baru sekarang bisa saya ungkapkan lewat tulisan.
Saya memang tipe orang yang lebih suka mengungkapkan perasaan lewat tulisan ketimbang langsung 'nyeplos' begitu saja, tetapi saya bersyukur karena dngan begitu saya bisa sedikit terhindar dari bahaya lisan.
Kok jadi curhat ya? :D
Waktu itu, saya izin orang tua untuk sekedar main ke rumah teman, nggak jauh dari rumah saya. Ya, namanya ABG, kalo ketemu pasti isinya curhat-curhatan.
Lalu saya bilang ke temen saya "Ya Allaaah, aku anak SMA..!!" spontan temen saya bilang "Eh, jangan gitu.. Aku belom ketrima lho.." kata dia sambil memasang muka melas gitu. "Eh, iya maap maap.. Tapi bener kan, kita bukan kelas 9 lagi?" temen saya jawab, "Iya sih.."
Itu hanya petikan akhir percakapan saya sebelum pulang ke rumah. Dalam perjalanan pulang menuju rumah, saya masih memikirkan percakapan saya dan teman saya tadi.
'Ya Allah.. Iya, hamba-Mu ini sudah mau masuk SMA.. Rasanya waktu berlalu begitu cepat. Meninggalkan segala kenangan indah di masa lalu, jadikan kenangan itu menjadi ibrah untuk hamba, teman-teman hamba, dan semua orang yang ada dalam kenangan itu. Maafkan hamba-Mu yang masih jauh dari kata taat kepada-Mu.. Ridhoilah setiap langkah kami Ya Rabb..'
Ya, itu sedikit perenungan saya kepada sang pencipta.
Jujur sampai saat ini pun, rasa berat hati meninggalkan semua cerita masih menggelayuti batin saya. Dan terkadang saya harus mengelak sendiri untuk mengalahkan rasa berat hati saya.
Wish us luck Ya Rabb :)
Jadi ceritanya, setelah wisuda, status saya bukan lagi Siswa Kelas 9 SMPIT Darul Fikri, tetapi sudah menjadi Alumni Pertama. Ya, ada rasa senang sekaligus sedih mendalam saat itu, yang bagi saya sangat sulit untuk diungkapkan, dan akhirnya baru sekarang bisa saya ungkapkan lewat tulisan.
Saya memang tipe orang yang lebih suka mengungkapkan perasaan lewat tulisan ketimbang langsung 'nyeplos' begitu saja, tetapi saya bersyukur karena dngan begitu saya bisa sedikit terhindar dari bahaya lisan.
Kok jadi curhat ya? :D
Waktu itu, saya izin orang tua untuk sekedar main ke rumah teman, nggak jauh dari rumah saya. Ya, namanya ABG, kalo ketemu pasti isinya curhat-curhatan.
Lalu saya bilang ke temen saya "Ya Allaaah, aku anak SMA..!!" spontan temen saya bilang "Eh, jangan gitu.. Aku belom ketrima lho.." kata dia sambil memasang muka melas gitu. "Eh, iya maap maap.. Tapi bener kan, kita bukan kelas 9 lagi?" temen saya jawab, "Iya sih.."
Itu hanya petikan akhir percakapan saya sebelum pulang ke rumah. Dalam perjalanan pulang menuju rumah, saya masih memikirkan percakapan saya dan teman saya tadi.
'Ya Allah.. Iya, hamba-Mu ini sudah mau masuk SMA.. Rasanya waktu berlalu begitu cepat. Meninggalkan segala kenangan indah di masa lalu, jadikan kenangan itu menjadi ibrah untuk hamba, teman-teman hamba, dan semua orang yang ada dalam kenangan itu. Maafkan hamba-Mu yang masih jauh dari kata taat kepada-Mu.. Ridhoilah setiap langkah kami Ya Rabb..'
Ya, itu sedikit perenungan saya kepada sang pencipta.
Jujur sampai saat ini pun, rasa berat hati meninggalkan semua cerita masih menggelayuti batin saya. Dan terkadang saya harus mengelak sendiri untuk mengalahkan rasa berat hati saya.
Wish us luck Ya Rabb :)
Subscribe to:
Posts (Atom)
Merenda Harap
Pandemi belum juga berakhir Satu dua hal yang direncanakan seolah mangkir Sesuatu yang tak pernah terfikir Atas kuasa-Nya begitu saja hadir ...
-
Pandemi belum juga berakhir Satu dua hal yang direncanakan seolah mangkir Sesuatu yang tak pernah terfikir Atas kuasa-Nya begitu saja hadir ...
-
You can find another me on tumblr :) See you when I see you !
-
Kehidupan di kampus memang selalu menarik untuk diceritakan Dinamika yang sudah satu tingkat 'luar biasa' dibanding dinamika di mas...





